Go to ...
RSS Feed

July 13, 2020

Cappadocia sekilas


Untuk menuju Cappadocia dari Istanbul, terdapat dua pilihan transportasi yang praktis, yaitu jalan darat dengan naik bus antarkota, atau naik pesawat udara.
Tapi sebelumnya yang perlu Anda ketahui adalah Cappadocia merupakan nama sebuah kawasan. Tujuan utamanya adalah kota Orgup dan/atau Goreme.
Kedua kota kecil inilah yang menjadi pusat pariwisata dan banyak pelancong yang datang untuk menginap. Jadi jika ingin naik bus, carilah yang rutenya sampai di kedua tempat ini.Sementara, jika naik pesawat udara dari Istanbul, penerbangan domestik ke kawasan ini akan berangkat dari Bandara Internasional Sabiha Gokcen (SAW) yang ada di Istanbul sisi Asia.Kayseri Airport – Cappadocia
Di Cappadocia terdapat dua bandara, yaitu Kayseri Erkilet international Airport (ASR) dan Nevsehir’s Kapadokya Airport (NAV).
Tiba di Istanbul dipagi hari tanggal 29 September 2015 segera kami menuju Bandara Sabiha Gokcen melanjutkan perjalanan dengan Maskapai Pegasus ke Kayseri Erkilet Airport di Capadocia…Cappadocia telah menggugah keingintahuan saya untuk melihat keindahan alamnya secara langsung, ini tidak lepas dari ajakan Baas sewaktu di Jakarta untuk mendahui rombongan. Sepanjang perjalanan dari bandara Kayseri ke pusat Cappadocia, tatapan saya tidak lepas menikmati lanskapnya. Mulai dari dataran yang kering, hingga akhirnya pemandangan berubah.
Ketika semakin mendekati Goreme mulai terlihat bukit-bukit dengan berbagai bentuk yang unik. Beda rupa, beda warna, membawa kita bagai sedang berpetualang di negeri dongeng!Struktur alam Cappadocia yang dramatis terbentuk dari ribuan tahun lalu. Saat gunung-gunung berapi kuno, seperti Gunung Erciyes, Gunung Hasan, dan Gunung Melendiz, memuntahkan lapisan demilapisan lavanya yang kemudian menyelimuti kawasan ini. Berabad-abad lamanya, angin dan hujan mengikis dan membentuk lapisan ini menjadi bebatuan yang sekarang menjadi daya tarik utama wisatawan dari segala penjuru dunia untuk datang ke sini. Cappadocia juga merupakan daerah yang memiliki sejarah panjang dan bersentuhan dengan unsur-unsur religi. Dulu kawasan ini menjadi tempat pelarian orang-orang Kristen dari kejaran tentara Romawi sejak abad kedua sebelum masehi. Mereka datang melewati daerah Antakya dan Kayseri, kemudian menetap di sini karena lembah-lembahnya memudahkan mereka untuk bersembunyi.Karena formasi batuan vulkaniknya yang lunak, mereka pun kemudian membuat kotabawah tanah yang dilengkapi dengan cerobong asap ventilasi,sumur, toilet, tempat ternak, tempat produksi anggur, dan tentunya tempat beribadah.
Di kawasan ini banyak terdapat kompleks biara, ribuan gereja gua, dan kapel yang diperindah dengan ukiran dan lukisan dinding (Trescoes) yang menggambarkan orang-orang kudus. Peninggalan-peninggalan tersebut masih dapat kita saksikan hingga kini.Di sekitar kota Orgup dan Goreme, bekas rumah-rumah guanya banyak yang masih dimanfaatkan sebagai gudang penyimpanan hasil bumi, seperti kentang, lemon, anggur, berternak burung merpati, dan tentunya difungsikan sebagai cave hotel yaitu hotel yang kamarnya dibuat di dalam gua, bagai dijaman batu rasanya.

More Stories From Asia