Go to ...
RSS Feed

July 20, 2018

Perjalanan Naik Haji 2005 (2) – Madinah


MADINAH (dari hari ke hari)
Jum’at, 7 Januari 2005
Dari Check Point jam 4:00, sambil menunggu pemeriksaan passport masuk Madinah dengan badan menggigil karena suhu udara sangat dingin, sempat sembahyang Subuh dahulu sehingga masuk kota Medinah baru sekitar jam 7:00 pagi.
Kami menginap di Hotel Sanabel dekat Masjidil Nabawi (sekitar 300m saja), kemudian mulailah kami melakukan Shalat Arbain partama kali, waktu itu shalat Zhuhur (Arbain yaitu 40 kali shalat berurutan tidak boleh terputus, harus lengkap, berjamaah).
Rombongan kami disini sehotel dengan rombongannya Nicky Astria, cuma beda lantai karena kami serombongan ditempatkan dilantai 2.
Sama seperti di Mekah, disini kami sekamar tetap berempat dengan anggota team yang sama seperti di Mekah, kamar kami no 206.Malam hari di Nabawi – Januari 2005
Diluar pagar Masjid Nabawi banyak sekali orang berjualan saat sebelum atau setelah waktu sembahyang, teriakan “hamsa real” (SR 5,-) bagi jemaah Haji atau yang pernah umroh pasti tidak asing lagi. Banyak juga ditemui orang yang cacat terpotong tangannya, mungkin juga pencuri yang tertangkap dan dipotong tangannya.
Sabtu, 8 Januari 2005
Kalau ke Nabawi tidak sembahyang di Raudah Riyaad ul Jannah (Taman Syurga) rasanya ya kurang lengkap seperti sayur tanpa garam tapi jangan dikira gampang sembahyang disini karena selalu penuh dan jemaah sering sengaja berlama-lama ditempat ini.
Raudah ini tidak terlalu besar dan dulunya merupakan halaman rumah Nabi Muhammad SAW dan Siti Aisiah, Nabi SAW sering berkhotbah ditempat ini dan katanya sembahyang disini sama seperti sembahyang ditaman Syurga karena menurut Nabi SAW nantinya Raudah ini merupakan taman di Syurga.
Rencananya saya dan Pak Riyanto mau sembahyang di Raudah, cuma ya itu karena sok yakin sudah tahu dimana Raudah tersebut dan katanya kalau mau cari kesempatan terbaik ya saat pintu Masjid dibuka pagi hari.
Saya dan Pak Riyanto bersiap dan kami jalan “santai” sampai di Masjid eh ternyata sudah banyak orang datang. Kami lalu bergerak kedepan terus dan terus dan terus … eh tahu-tahu sudah ada didepan Makam Nabi Muhammad SAW dan Raudah sudah kelewatan dibelakang, saat itu jam 3.15 pagi ya sudah nasib kami pagi itu akhirnya kami hanya berdoa didepan makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar dan Umar sahabat setia beliau (makanya jangan sekali-kali sok deh kalau di Tanah Suci ya, lebih baik tanya yang jelas kalau belum tahu sesuatu).Makam Nabi Muhammad SAW ini sangat gampang ditandai dari luar karena kubahnya yang berwarna hijau (Al Khad’ra) yang dibangun saat pemerintahan Sultan Mahmud dari bahan-bahan dengan kualitas tinggi dan usianya sampai saat ini sudah lebih dari 800 tahun..
Minggu, 9 Januari 2005
Dari diskusi dengan teman-teman dan baca buku petunjuk didapat info bahwa Raudah itu karpetnya beda dari karpet yang lain agak putih kehijauan, saya dan Pak Riyanto tidak mau kebablasan lagi dan datang lebih pagi lagi, sengaja pasang weker agar bangun lebih cepat lalu jam 2:00 dengan semangat 45 (maklum memang sudah diatas 45 tahun usia kami) sudah siap berangkat dari hotel.
Suasana saat itu sudah ramai dan orang-orang bersiap masuk walau dibatasi tali, seperti mau ikut lomba lari marathon Boston saja.
Pas jam 2:30 begitu pintu terbuka begitu juga rombongan orang berebut masuk. Saya dan Pak Ri jalan agak santai, nyimpan sandal dulu kemudian celingak celinguk cari Raudah, eeeh doa kami terkabul lagi rupanya karena disudut tampak tempat segi empat dengan warna karpet seperti yang dimaksud (gambar disebelah tempat kami sembahyang).
Kami lalu menuju kesana, Alhamdulillah masih ada tempat bagi kami untuk sembahyang tahajud, saat itu jam menunjukan pukul 2.45 pagi. Akhirnya kami bisa Sembahyang Tahajud juga di Raudah, Subhanallah.Tugu kota Madinah menjelang Nabawi, sekarang sudah tidak ada lagi
Senin, 10 Januari 2005
Hari ini hari jalan-jalan (istilah kerennya sight seing keliling sekitar Madinah).Rombongan kumpul jam 8:00 pagi lalu kami berangkat melakukan ziarah ke Jabal Uhud sekitar 7 Km sebelah utara Madinah, tempat makam Hamzah (paman Nabi).Kemudian kami ke Masjid Quba, Masjid Quba ini mempunyai keistimewaan dan keutamaan sebagai Masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.
Quba – Maret 2017
Kami sempat sembahyang Sunah di Masjid Quba dan katanya melakukan sembahyang di Masjid ini pahalanya sama dengan 1x Umrah (lumayan menambah koleksi jumlah Umrah yang sudah kami lakukan, insya Allah).
Kemudian kami menuju ke Pasar Kurma, macam-macam tingkatan kurma ada disini dari yang murah sampai mahal.
Dari Pasar Kurma kami menuju ke Masjid Qiblatain sampai jam 11.00 kemudian segera kembali ke Hotel agar tidak ketinggalan sholat Zhuhur dalam rangka Arbain.
Selasa 11 Januari 2005
Ada hal yang sering bikin jengkel kami, sering terdengar bunyi dering HP didalam masjid baik sebelum atau saat sembahyang, mbok ya dimatikan dulu gitu. Deringnya malah pernah lagu ”Jingle Bell”, wah ini orang kebangeten banget.
Niat untuk ke Raudah lagi dan tahajud disana sudah dicanangkan dan diniatkan dari pagi hari sebelumnya dengan Pak Riyanto dan jam 2:15 pagi seperti biasanya kami dengan semangat menggebu sudah bergerak ke Masjid Nabawi kemudian menunggu sejenak.
Jam 2:45 pagi pintu gerbang dibuka dan masuklah rombongan besar yang sudah menunggu. Karena sudah berbekal pengalaman sebelumnya maka kami bisa mendapat tempat yang sangat baik untuk Sembahyang Tahajud di Raudah .
Rabu, 12 Januari 2005Didepan Al Nabawi 2005
Flu dan batuk menyerang saya dan memaksa saya banyak mengaso dikamar kecuali saat sembahyang tiba, sesakit apapun diusahakan pergi ke Masjid Nabawi.
Penyakit Flu dan batuk ini merupakan penyakit yang sangat umum di Tanah Suci, jangan heran bila koor batuk selalu terjadi di Masjid. Batuk ini seperti menguap rupanya, gampang sekali menular.
Menurut sahibul hikayat katanya yang tidak kena penyakit ini cuma Onta dan sebangsanya saja.
Saya termasuk yang terakhir kena flu dan batuk (akhirnya terhindar juga dari kategori ras Onta) yang Alhamdulillah bisa direcover dengan cepat tanpa menggunakan obat medis.
Cuma kecap dan kapsul Mahkota Dewa (promosi sedikit gak apa ya).
Kamis, 13 Januari 2005
Udara sangat dingin dipagi hari dan selesai sudah putaran ke 6 saat sembahyang Subuh. Waktu Subuh di Medinah sekitar jam 5:50, langit masih gelap di Medinah.
Jam 10 pagi saya keluar jalan kaki dengan Nasrullah, Maman, Martin dan Toto kesekitar hotel yang banyak toko buka untuk cari koper, alasan utama karena koper jatah dari Jakarta sudah jebol.
Maklum kuli disini kasar-kasar dan alasan kedua karena harga koper juga termasuk murah dibandingkan di Jakarta.
Ini dibuktikan Pak Maman yang sehari sebelumnya sudah beli koper baru. Kami kembali ke hotel dengan masing-masing membawa koper baru.
Pengalaman aneh dihari ini :
Seharian ini kegiatan tidak banyak dilakukan hanya saja setelah sembahyang Magrib saya sengaja menunggu waktu sembahyang Isya dan memilih tetap tinggal di Masjid Nabawi, Pak Riyanto keluar makan bakso dengan mbak Lies nah saya mengalami hal yang cukup aneh.
Saat itu saya sedang mengagumi keindahan Masjid yang agung dan megah ini, tiba-tiba paha kanan saya ditepuk oleh orang sebelah saya, ketika saya menoleh ternyata ada seorang Arab tua lengkap dengan sorbannya yang mengajak bicara dengan bahasa Arab, alamak … saya bilang saya nggak ngerti artinya eh bapak itu langsung mengambil buku Petunjuk Haji dari Dept Agama saya yang terletak didepan saya dan membuka sekenanya lalu saya disuruh baca salah satu ayat.
Saya baca ayat tersebut kemudian bapak tua itu melanjutkan zikir. Saya penasaran dan lihat artinya dalam bahasa Indonesia, ternyata artinya
“Ya Allah ampunilah dosaku, Ya Allah terimalah Ibadahku”.
Saya terpaku beberapa saat karena bapak tadi tidak memilih halaman lagi dan langsung buka buku lalu menyodorkan ke saya tetapi artinya luar biasa dalamnya. Siapakah beliau itu, apakah …?
Jum’at, 14 Januari 2005
Menggunakan waktu sebanyak mungkin untuk beristirahat mengumpulkan tenaga lagi sambil menunggu saat sembahyang Jum’at ke dua di Masjid Nabawi.
Acara puncak haji masih menunggu yaitu Wukuf di Padang Arafah dan itu memerlukan kesehatan yang lebih terjaga, doa saya selalu yatu jangan sampai jatuh sakit saat wukuf tiba.
Selama ibadah Haji kami sempat 2 kali jum’atan di Masjid Nabawi, sekali di Mina dalam tenda, sayangnya tidak ada waktu jum’atan di Masid Haram.
Sabtu, 15 Januari 2005
Hari ini merupakan hari terakhir untuk putaran Arbain dan itu jatuh persis saat sembahyang Subuh, Alhamdulillah kami bisa melakukan itu semua dengan baik walau dengan kondisi badan yang kurang sehat, udara dingin selalu menerpa terutama diwaktu malam atau saat Subuh …
Setelah menyiapkan barang-barang kami dan sehabis makan siang, jam 14.45 mulailah rombongan kami berangkat kembali menuju ke Mekah melanjutkan rangkaian ibadah yang harus kami jalani.
Selamat tinggal Masjid Nabawi yang sangat indah dan luar biasa, makam junjungan kami, Nabi Muhammad SAW yang tercinta dan sahabat-sahabatnya, kota Madinah yang indah dan semua pengalaman indah lainnya.
Kami hendak melakukan ibadah umroh lagi dengan mengambil ihram Miqot di Bier Ali Zulhalifah, tempat Nabi Muhammad SAW dulu mengambil Miqot yang letaknya tidak terlalu jauh dari Madinah (sekitar 10Km) kemudian melanjutkan perjalanan kembali menuju Mekah. Jam 20.15 rombongan kami yang terdiri dari 2 bus berhenti istirahat sejenak tetapi saya lebih memilih tinggal di bus saja karena udara yang sangat dingin dan lagi sedang pakai pakaian Ihram, bisa masuk angin nih.
Sampai Mekah rombongan terus ke Hotel Sofittel sekitar jam 2.15 yang letaknya tidak terlalu jauh dari Masjid Haram (sekitar 150m saja).

Kembali ke Mekah, Arafah, Mina.

More Stories From Haji - Umroh